Postingan

Menampilkan postingan dengan label tulisan

Dear Me

Dear me and whoever will read it, sometimes life is full of ups and down, and sometimes it's hard to accept all of that. As we growing up, everything will be different. You'll be more mature and have a lot of responsibilities. However, you are you. Whatever will happen tomorrow, you still a person who loves to feel the breeze. You may wish everything will go as you planned, but the truth is, you own nothing. You belong to the Almighty who owns everything. I wa n na warn you from the beginning, before you may cancel and add more resolutions in the future. You have the obligation to plan, execute and pray, but the rest is not your capabilities, it's God's will. However, you have to do the best to prove that you deserve it, cause your process is being seen by Allah. That's your value. Feel sad? It's okay, crying in the middle of the night with no one around is sometimes comforting. It will purify your heart, like rain in a world full of dust. Who said human h...

Atlet Kebaikan

Aku pernah baca, entah di mana, bahwa kebaikan dan iman itu bekerja seperti otot. Bila tak dilatih, ia akan melemah. Bila dipaksakan untuk melakukan kegiatan ekstrim, ia jadi sedikit menyakitkan, karena badan menjadi tegang dan malah tidak bisa melakukan apa-apa dalam beberapa waktu. Gampangnya, kita yang jarang berolahraga tidak akan kuat lari 10 km dalam satu waktu tanpa istirahat. Agar bisa sekuat itu, kita latih nafas kita, kaki kita, badan kita, sedikit demi sedikit. Mulai dari 1 km sehari, tambah jadi 2 km jika sudah dirasa kuat, begitu terus hingga bisa mencapai 10 km atau lebih.  Lagi-lagi proses. Proses yang cukup panjang dan membutuhkan konsistensi yang dimulai dari hal kecil. Tidak ada yang instan di dunia ini. Semuanya butuh usaha. Segala sesuatunya harus dilatih, kemudian ditambah porsinya sedikit demi sedikit agar bertambah kuat. Seperti otot badan, begitu pula otot kebaikan dan iman.  Mulai dari hal kecil yuk! Kita latih dari hal sederhana agar mereka m...
Sometimes, I take a pause in everything, to figure out what exactly I am doing right now. I need to reflect myself whether this is right for me or not, in line with my own faith or not, or just to see this one support my values or not. In that process, sometimes I hesitate to my own decision, re-question myself and I fall in a doubt. Is this really what I seek? Is this right? Is this what I want to do in my life? All of that question is overwhelming, so, I withdraw myself from everything to connect the patterns in my head, and when somebody asks, I just smile and said, everything is OK, but actually- not. However, I understand that I just have to face this problem by myself. I just have a messy brain, and the one who can fix it is myself only. Maybe, I can still play merry-go-round and still laugh like an idiot when I reach this stage, but inside, I feel I need to answer my own doubt. Then, I learn a wise wisdom from TED, that person (I forgot who) said this (It’s just a conclusion...

Meluaskan Pandangan pada Hujan

Mengapa hujan seolah meruntuhkan segala asa? Memelintir sanguin menjadi melankolis hatinya. Mengiyakan segala resah. Lalu kau terhanyut pada rasa, mengabaikan segala kata. Ditambah saat hati melemah, hanyut sudah pada gundah. Mengapa air langit itu terasa mengajak beromansa? Dalam perspektif manusia, sering disimbolkan sebagai air mata. Waktu yang tepat meluluh lantakkan luka, untuk berteriak seolah menjadi manusia paling malang sedunia. Setidaknya itu yang kulihat di layar kaca. Di sisi lain, hujan menumbuhkan tunas yang gersang. Bulirnya menghujam bumi, mengusik renik kehidupan. Membangun kehidupan baru, entah bagaimana caranya. Tetesannya mengajarkan untuk bergerak, menumbuhkan, perpanjangan tangan yang kuasa untuk kelangsungan alam. Ia menjaga stabilitas oksigen kita. Bila kau perhatikan, hujan mengajak berdialek untuk menjadi generator perubahan. Tandus dijadikannya hijau, debu diredam, menyegarkan udara, menyisakan bau yang khas. Hujan juga memperlambat tempo hidup ...
Dalam sebuah perjalanan luar kota yang memakan waktu berjam-jam, ada banyak sekali diskusi-diskusi menarik. Dari banyaknya obrolan itu, ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, "Di dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan, tapi dalam keikhlasan sudah pasti ada kebaikan, Mba." Ketika menolong orang, menahan tombol lift untuk orang lain, ketika mentraktir makan teman, atau hal sederhana seperti tersenyum pada orang lain, adakah keikhlasan dalam hati kita? Ataukah itu hanyalah sebuah kebaikan yang berujung pada pengharapan lain? Bisa jadi nun jauh di lubuh hati, kita hanya ingin dilihat dan dicap baik. Entah tulus atau tidak, hanya masing-masing hati yang mengetahui, pada siapa dan apa hakikat kebaikan yang kita usahakan. Belajar ikhlas itu tidak mudah ya. Sekolahnya di alam bernama kehidupan, yang indikator kelulusannyapun sulit ditentukan. Tapi tidak apa-apa, setidaknya setiap kita mengusahakan keikhlasan, akan ada secercah kebaikan yang siap menyambut di de...
Terkadang kita merasa lelah, pada urusan yang tak kenal ujung. Yang terus menerus minta dipikirkan tanpa terlihat akhirnya. Terkadang kita merasa sesak pada penatnya urusan dunia yang entahlah akan sampai kapan. Saat kita abaikan dan kita tinggal, ia akan menghantui perlahan dan perlahan. Menguras energi. Melelahkan. Menjemukan. Ingin lari tapi ia selalu membayangi. Seberapapun kita berkeluh kesah, seberapapun kita bercerita dan ingin dipahami, pada teman atau keluarga, tetap saja mereka tak akan mengerti dan merasakan seperti halnya diri sendiri. Mereka akan menangkap dan memproses informasinya sesuai sudut pandang mereka. Pada akhirnya, tak ada makhluk yang memahami seutuhnya, seberapa besar rasa sakit, seberapa lelah perjuangan dan seberapa koyaknya tekad kita untuk maju.  Tapi, janganlah berputus asa. Ada satu yang paling memahami. Ada yang selalu memperhatikan dan mengerti. Setiap peluh, setiap bulir air mata, setiap sesaknya dada saat kita menahan amarah atau getirny...

Ketika Idealisme Membentur Kapitalisme

Jangan terlalu membenci sesuatu, karena bisa saja Allah balik hatimu untuk melihat sisi lain hal yang kamu benci itu. Menggelikan ya? Tapi itulah yang terjadi pada saya, yang dulu berpikir sistem yang mendewakan uang itu sangat kotor. Kapitalisme yang berlebih itu menyesakkan dada ketika ada orang lain yang masih kelaparan mengesot meminta sedekah. Saya? Memilih menghindar, lalu label kebencian itu mulai tertanam. Iya, seidealis itu, setidak maunya terlibat dalam dunia kapitalis yang hanya memikirkan uang, uang, dan uang. Meja berbalik, begitu pula saya kini. Bekerja di sebuah perusahaan dengan otak kapitalis. Berdalih menjual ruang untuk masyarakat, tapi abai pada kualitas ruang-ruang yang nantinya akan dihuni oleh si pemilik. Batin serasa saling mempertanyakan satu sama lain. Merasa bersalah ketika idealisme digerogoti. Lalu untuk apa saya berkuliah hingga sakit-sakitan bila pada akhirnya disetir oleh orang yang tak paham akan ruang? Saya sering beradu pendapat, yang saya rasa t...
Orang bilang hidup adalah pilihan. Padahal, nyatanya tidak. Lahir dan mati adalah garisan takdir yang pasti terjadi pada manusia, tak ada pilihan lain selain itu.  Sewaktu lahir, kita tidak bisa memutuskan kita ingin hidup atau tidak. Sedari lahir kita tidak memiliki pilihan lain selain hidup. Allah meniupkan roh kita pada janin, diperlihatkan takdirnya, dan kemudian dipaksa lahir. Kita bahkan tidak memiliki kekuasaan untuk menolak. Yang berarti, kelahiran kita di dunia ini bukanlah sebuah pilihan. Mungkin itulah mengapa kita terlahir menangis. Karena saat itu kita tahu, hidup itu tidak akan mudah. Kita dipaksa menjalaninya skenarioNya, entah dalam kelahiran yang diharapkan, atau malah dalam penolakan. Kemudian, kita tumbuh, menjadi dewasa, dan bertanya-tanya. Apa makna hidup. Apa yang diinginkan dunia pada kita. Apa yang Allah inginkan sehingga kita dipaksa untuk hidup. Kita mencari-cari, mempertanyakan hingga akhirnya menentukan pilihan, kekuasaan yang akhirnya kita dapa...

pulang

Saya pulang. Tapi hati saya selalu sibuk pada urusan lain. Saya memang pulang. Tapi malah berbicara pada kawan yang bermil jauhnya. Saya pulang. Tapi tak lebih dari lima kalimat keluar dari dan untuk bapak saya. Saya memang pulang tapi tak menjadi tempat bercerita ibu saya. Ini saya pulang, untuk menyadari betapa sepi rumah di malam hari, betapa sibuk ayah berkegiatan di masa luangnya. Dan betapa saya egois karena semuanya melulu tentang diri sendiri.

Percayalah Pada Mimpimu

Pernahkah kita merasakan apa yang kita kejar selama ini kandas dalam beberapa detik? Apa yang telah kita perjuangkan setiap detiknya menghilang dalam satu kedipan mata. Apa yang saat itu kita rasakan? kecewa? sedih? putus asa? tidak berdaya? (lebay dikit ah) mimpi kita terhenti untuk saat ini, dan kita kehilangan arah. kita tersesat. Banyak orang mendapati kegagalan, bahkan semua orang di dunia ini.Kegagalan adalah suatu siklus hidup.saat-saat itulah kita berada dalam dua pilihan. biarkan kegagalan itu menghancurkanmu, atau bangkit dan mencari strategi lain untuk mendapatkannya kembali. Bangun! Bangun! Jangan larut dalam keputusasaan. Jangan terlalu lama bersedih. Bila memang gagal, pasti ada jalan lain. Percaya! Ada dua hal kenapa kita bisa gagal. Yang pertama, karena usaha kita kurang, Yang kedua karena Allah tidak memberikan barakahnya. ada satu prinsip yang sangat saya pegang hingga sekarang. kita harus percaya pada mimpi kita sendiri. jika kita saja tak yakin, bagaimana mu...

Perempuan Kuat

Bukan, aku tidak sedang membicarakan Bu Menteri Sri Mulyani yang cerdas atau Bu Susi yang menenggelamkan kapal asing dengan heroik. Bukan pula kisah Khadijah menemani Muhammad maupun kesabaran Asiyah menghadapi Fir'aun, juga bukan kisah Nusaibah binti Ka’ab yang menjadi perisai Rasul. Bagiku, mereka adalah sosok perempuan kuat yang tak terjamah langsung, yang hanya kukenal dari mulut ke mulut. Yang ingin aku ceritakan sekarang ini adalah orang yang sering kuamati secara langsung. Sebut saja Ncip, mirip suara anak ayam karena memang begitulah ia. Tahun-tahun ini jelas bukan waktu yang mudah. Masih segar ingatan saat kita lagi ngobrol bareng sama temen-temen yang lain, setahun lalu saat aku masih dipusingkan sama TA, kamu tiba-tiba nangis (itu pertama kalinya aku liat kamu nangis kayanya meski kita pernah tinggal serumah lama). Saat itu kamu cerita kalau tangan kamu tremor beberapa hari dan ga ilang. Akhirnya kita paksa ke RSND bareng-bareng, bikin gempar acara sore itu, haha...
Akan ada suatu masa dimana kita memahami hal-hal di luar nalar yang dulu tak dimengerti. Seperti malam ini, ketika lampu terpejam dan listrik mati di saat mentari telah lama tenggelam. Bising itu hilang berganti hening. Mungkin karena sudah waktunya anak-anak untuk memejamkan mata. Para orang tua kini sudah mengangguk-anggukkan kepala tanda lelah. Piala dunia malam ini batal disaksikan karena listrik padam. Syawal, bulan setelah Ramadhan. Akankah hati dan iman kita akan sekuat masa wajib berpuasa itu? Hakikatnya, Ramadhan adalah waktu-waktu kita untuk berlatih menjadi pribadi yang lebih tangguh. Ibarat kata, wajib militer. Setelah hari-hari panjang nan melelahkan bersama para tentara yang super tegas itu, akan ada perubahan-perubahan yang signifikan dalam diri. Yang tadinya manja menjadi lebih tangguh. Yang mudah mengeluh menjadi lebih yakin. Yang suka menerjang larangan menjadi lebih taat dan patuh. Dan yang pasti lebih bersyukur karena tidak harus tidur di barak-barak tanpa k...
Pernah kepikiran engga, kalau sebenarnya kita ini beberapa kali memenuhi tujuan tapi kita ga sadar? Betapa sebenarnya benak kita ini tau kita mau apa tapi kita sering lalai. Untungnya alam bawah sadar selalu menuntun kita pada resolusi yang mungkin pernah tertulis di sebuah catatan lusuh yang kita simpan rapat di rak, atau malah sengaja kita tempel di sebuah ruang yang diperuntukkan pada khalayak agar dibaca, sekaligus sebagai reminder diri sendiri. Memang sulit sih memastikan kita telah melaksanakan semua, tapi tak mengapa. Kan semuanya butuh proses. Masalahnya, sering sekali kita membuat sebuah resolusi dan lupa. Mungkin akan lebih tepat bila disebut bergeser prioritasnya. Tulisan-tulisan tersebut tertinggal hanya jadi catatan, meski sesekali tetap kita baca dan diusahakan. Kemudian waktu berjalan, dan kita berikhtiar. Dalam selang waktu yang tak disadari tersebut, tahu-tahu ada peluang-peluang baru yang membuat kita  bergerak pada impian lama tersebut. Padahal, kita sa...

Dangdut, Ada Apa denganmu?

Dangdut. Ya, genre musik yang bisa dibilang Indonesia banget di ranah nusantara. Genre musik yang sangat popular dan diminati oleh pendengar musik dari berbagai usia. Bahkan, salah satu grup musik Indonesia pernah memproklamirkan Dangdut sebagai musik nusantara dalam lagu yang berjudul "Dangdut Is The Music Of My COountry". Oke, saya paham. Dan oke, saya setuju dengan ulasan di atas.  Meskipun demikian, dangdut tak pernah membuat pikiran saya berhenti bertanya. Mengapa begini? Mengapa begitu? Memang sih, dangdut itu popular bangetnget. Kebanyakan lagu dangdut yang baru dirilis langsut jadi hit. Penyanyi genre lain biasanya butuh waktu sebelum lagunya meledak. Tetapi dangdut lain, langsung hampir tenar. Pertanyaan saya... mengapa bisa? Apa karena kebanyakan yang nyanyi cantik-cantik dan seksi? Atau gara-gara goyangannya yang menggelegar? Saya tak menilai dari segi suara karena saya bukan seorang pro. Tapi kebanyakn penyanyi dangdut seperti itu... Apa gara-gara pen...

Perempuan dan Kesetaraan Gender di Indonesia

Tiap tahun kita punya hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Tiap tahun pula kita punya hari Ibu. Sebuah hari dimana kita diingatkan bahwa perempuan itu bukan sek a dar miniatur pelengkap laki-laki. Hari yang didedikasikan pada kaum hawa, diperingati sebagai bukti khusus bahwa perempuan itu luar biasa. Namun, sekali lagi kita mendapatkan kenyataan bahwa banyak perempuan yang dianggap lemah dan hanya menjadi sosok pelengkap. Tak usahlah kita jauh-jauh menyebrang ke negeri orang, kita lihat di negeri tercinta kita, Indonesia, garis kemiskinan yang amat kental di masyarakat, membuat perempuan dipaksa untuk tidak berpikiran maju karena pendidikan yang terhambat. Mereka dipaksa hanya untuk berpikir tentang pekerjaan rumah tangga yang tak kunjung habis. Perempuan termakan pola pikir bahwa peran mereka terbatas pada rumah  dan  dapur, sehingga mereka menganggap hal yang ada di dunia luar itu tidak penting. Tragisnya, anggapan bahwa perempuan itu lem...

Mozaik Cita Kita (MCK) SMANSA 13

Hari ini hujan deres. Tapi saya mau pulang, padahal cuma bawa mantol baju. Celananya ketinggalan di rumah(#sebenarnya niat ditinggal sih, hehe). Yah, apa mau dikata, akhirnya nekat nerjang hujan badai. Padahal rumah saya jauh dari lokasi,(T_T). Nah, saat saya menggigil kedinginan diterjang hujan angin yang tak tahu aturan itulah saya mulai teriak-teriak nggak jelas. Niatnya sih mau nyanyi, tapi bukannya menghibur, malahan orang lain sepertinya mengira ada orang stres naek motor. Lagunya random banget. Mulai dari lagu daerah, lagu nasional, ost anime, ost drama, lagu rock, pop, dll.  Eh, tiba-tiba saya nyanyi lagu keren buatan temen saya, Jonathan Lim Y. Lagu anak SMANSA13. Lagu yang sempet menggema di gedung WWP Januari lalu waktu acara WKS. Lagu yang bikin anak SMANSA13 nyampur jadi satu nyanyi bareng sambil jingklak-jingklak. Yang bikin haru bangga jadi satu(#mostly tired). Lagu yang menggugah semangat buat meraih masa depan. Lagu yang bikin semuanya optimis bahwa anak-anak ...

Bosan? Baca Nih!

Gambar
Bosan? Alamiah terjadi pada setiap manusia. Menurut artikata.com , bosan dapat diartikan sebagai sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak. Terlalu sering atau terlalu banyak itu relatif bagi tiap-tiap orang, jadi kita tak bisa memaksa. Contohnya, liburan panjang nggak pergi-pergi, tentu saja bikin orang suntuk. Atau dengerin ceramah panjang lebar yang sama sekali nggak menarik? Sumpal aja tuh mulut, ikat orang itu, terus ceburin ke kali. Nah, saya punya tips buat orang-orang yang sedang bosan 1. Menulis/membuat catatan cara ini lumayan efektif, terbukti dengan terbitnya tulisan ini. Sebenarnya saya juga sedang bosan! Lumayan buat ngisi waktu, biar bosennya ilang. Selain itu, kita juga bisa mencurahkan pikiran kita pada serangkaian kalimat yang kita tulis. Seperti saya saat ini. 2. Membaca Membaca buku yang kita sukai, akan membuat pikiran kita melayang-layang kesana kemari mengikuti alur pikiran penulis, berfantasi di pulau impian, kemudian ketika sada...

Kenapa Ada Pelajaran Menulis Halus (Latin/Tegak Bersambung) Miring Zaman SD Dulu?

Gambar
Masih ingat tidak, zaman SD dulu ada pelajaran menulis halus/ tegak bersambung? Pastinya ingat ya, walaupun cuma beberapa tahun. Satu sampai tiga tahun mungkin? Beberapa murid mungkin sedikit frustasi dengan aturan 'keindahan tulisan' yang mengharuskan garis tebal dan tipis sesuai proporsinya. Mungkin Anda juga? Kalau saya sih iya, tapi sempet seneng juga sih dulu dapat nilai bagus (malah cerita _ _"). sumber gambar dari  sini Sebelum masuk ke intinya, mari saya singgung sedikit mengenai grafologi. Apa itu grafologi? Grafologi adalah seni dan ilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan. Dari ilmu ini, kita bisa mengetahui kepribadian seseorang lewat tulisan tangannya. Untuk lebih jelasnya, silakan mencari sendiri. Banyak forum yang mengulas soal grafologi kok. Nah, apa hubungan ilmu grafologi dengan pelajaran menulis latin? Menurut ilmu grafologi, sifat dan sikap seseorang dapat diarahkan melalui tulisan tangannya. Sebenarnya maksud pelajaran menulis latin a...

Catatan Seorang Siswa tentang Negeri, Rakyat dan Wakilnya

Geram. Entah mengapa rasanya geram sekali melihat negara ini. Saya disini bukan berarti menganggap saya yang paling benar. Hanya saja saya butuh tempat untuk mengeluarkan unek-unek hati saya. Beberapa waktu lalu saya melihat suatu acara talkshow di sebuah stasiun televisi yang isinya membahas tentang masalah pergi dinasnya anggota DPR ke luar negeri. Kalau Anda ikut melihat, mungkin rasanya geram juga. Gemes rasanya. Dalam acara tersebut ada narasumber ketua ppi dari beberapa negara, seperti Australia, Belanda, Prancis dan negara-negara lain. Topiknya sudah jelas, masalah diuraikan, dan sekarang giliran pelajar Indonesia yang mencari ilmu di luar negeri untuk bicara. Satu persatu pernyataan ketua PPI berbagai negara pun diungkapkan. Saya entah sedih entah geram, jengkel, mendengarkan dengan saksama bahwa kebanyakan apa yang dilakukan anggota DPR itu hanyalah main-main belaka. Kerja dinas mereka tak sebanding dengan waktu luang yang mereka punya di luar negeri. Hei, Bapak/...

Nyoba Personality Test dan Basic Intelligences Test Yuk

Gambar
Kelas XII? Bingung mau kemana? Bingung sebenere kamu itu gimana? Bingung pilih jurusan? Bingung mau jadi apa? Bingung? Bingung? Bingung? Bener juga ya, kelas XII itu masa paling galau di SMA. Dihadapkan pada kondisi dimana kita harus menentukan masa depan. Banyak yang sudah mempersiapkan, dan ada pula yang belum. Nah, kalo kamu masih belum memahami diri kamu sendiri dan belum menyadari kesukaan kamu, ada baiknya kalo mencoba Personality test  dan Basic Intelligences test . Ada sih yang lembaga resmi yang kerjaannya ngetes dan menganalisisa kita kaya gitu. Tapi biasanya bayar (hehe..). Eiitss tapi saya disini bukan mau promosi soal itu kok :P. Kebetulan aja saya lagi malang-melintang ditemeni mbah google. Eh, ternyata nemu website yang menyediakan tes personality dan Basic Intelligences yang saya bicarakan tadi. Emang sih, nggak detail, tapi setidaknya tes ini membantu kita untuk mengangan-angan profesi yang cocok dengan hati nurani (weiijiaan :P).  Tes d...