Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhatan hati

Dear Me

Dear me and whoever will read it, sometimes life is full of ups and down, and sometimes it's hard to accept all of that. As we growing up, everything will be different. You'll be more mature and have a lot of responsibilities. However, you are you. Whatever will happen tomorrow, you still a person who loves to feel the breeze. You may wish everything will go as you planned, but the truth is, you own nothing. You belong to the Almighty who owns everything. I wa n na warn you from the beginning, before you may cancel and add more resolutions in the future. You have the obligation to plan, execute and pray, but the rest is not your capabilities, it's God's will. However, you have to do the best to prove that you deserve it, cause your process is being seen by Allah. That's your value. Feel sad? It's okay, crying in the middle of the night with no one around is sometimes comforting. It will purify your heart, like rain in a world full of dust. Who said human h...
Sometimes, I take a pause in everything, to figure out what exactly I am doing right now. I need to reflect myself whether this is right for me or not, in line with my own faith or not, or just to see this one support my values or not. In that process, sometimes I hesitate to my own decision, re-question myself and I fall in a doubt. Is this really what I seek? Is this right? Is this what I want to do in my life? All of that question is overwhelming, so, I withdraw myself from everything to connect the patterns in my head, and when somebody asks, I just smile and said, everything is OK, but actually- not. However, I understand that I just have to face this problem by myself. I just have a messy brain, and the one who can fix it is myself only. Maybe, I can still play merry-go-round and still laugh like an idiot when I reach this stage, but inside, I feel I need to answer my own doubt. Then, I learn a wise wisdom from TED, that person (I forgot who) said this (It’s just a conclusion...
Terkadang kita merasa lelah, pada urusan yang tak kenal ujung. Yang terus menerus minta dipikirkan tanpa terlihat akhirnya. Terkadang kita merasa sesak pada penatnya urusan dunia yang entahlah akan sampai kapan. Saat kita abaikan dan kita tinggal, ia akan menghantui perlahan dan perlahan. Menguras energi. Melelahkan. Menjemukan. Ingin lari tapi ia selalu membayangi. Seberapapun kita berkeluh kesah, seberapapun kita bercerita dan ingin dipahami, pada teman atau keluarga, tetap saja mereka tak akan mengerti dan merasakan seperti halnya diri sendiri. Mereka akan menangkap dan memproses informasinya sesuai sudut pandang mereka. Pada akhirnya, tak ada makhluk yang memahami seutuhnya, seberapa besar rasa sakit, seberapa lelah perjuangan dan seberapa koyaknya tekad kita untuk maju.  Tapi, janganlah berputus asa. Ada satu yang paling memahami. Ada yang selalu memperhatikan dan mengerti. Setiap peluh, setiap bulir air mata, setiap sesaknya dada saat kita menahan amarah atau getirny...

Ketika Idealisme Membentur Kapitalisme

Jangan terlalu membenci sesuatu, karena bisa saja Allah balik hatimu untuk melihat sisi lain hal yang kamu benci itu. Menggelikan ya? Tapi itulah yang terjadi pada saya, yang dulu berpikir sistem yang mendewakan uang itu sangat kotor. Kapitalisme yang berlebih itu menyesakkan dada ketika ada orang lain yang masih kelaparan mengesot meminta sedekah. Saya? Memilih menghindar, lalu label kebencian itu mulai tertanam. Iya, seidealis itu, setidak maunya terlibat dalam dunia kapitalis yang hanya memikirkan uang, uang, dan uang. Meja berbalik, begitu pula saya kini. Bekerja di sebuah perusahaan dengan otak kapitalis. Berdalih menjual ruang untuk masyarakat, tapi abai pada kualitas ruang-ruang yang nantinya akan dihuni oleh si pemilik. Batin serasa saling mempertanyakan satu sama lain. Merasa bersalah ketika idealisme digerogoti. Lalu untuk apa saya berkuliah hingga sakit-sakitan bila pada akhirnya disetir oleh orang yang tak paham akan ruang? Saya sering beradu pendapat, yang saya rasa t...
Orang bilang hidup adalah pilihan. Padahal, nyatanya tidak. Lahir dan mati adalah garisan takdir yang pasti terjadi pada manusia, tak ada pilihan lain selain itu.  Sewaktu lahir, kita tidak bisa memutuskan kita ingin hidup atau tidak. Sedari lahir kita tidak memiliki pilihan lain selain hidup. Allah meniupkan roh kita pada janin, diperlihatkan takdirnya, dan kemudian dipaksa lahir. Kita bahkan tidak memiliki kekuasaan untuk menolak. Yang berarti, kelahiran kita di dunia ini bukanlah sebuah pilihan. Mungkin itulah mengapa kita terlahir menangis. Karena saat itu kita tahu, hidup itu tidak akan mudah. Kita dipaksa menjalaninya skenarioNya, entah dalam kelahiran yang diharapkan, atau malah dalam penolakan. Kemudian, kita tumbuh, menjadi dewasa, dan bertanya-tanya. Apa makna hidup. Apa yang diinginkan dunia pada kita. Apa yang Allah inginkan sehingga kita dipaksa untuk hidup. Kita mencari-cari, mempertanyakan hingga akhirnya menentukan pilihan, kekuasaan yang akhirnya kita dapa...

pulang

Saya pulang. Tapi hati saya selalu sibuk pada urusan lain. Saya memang pulang. Tapi malah berbicara pada kawan yang bermil jauhnya. Saya pulang. Tapi tak lebih dari lima kalimat keluar dari dan untuk bapak saya. Saya memang pulang tapi tak menjadi tempat bercerita ibu saya. Ini saya pulang, untuk menyadari betapa sepi rumah di malam hari, betapa sibuk ayah berkegiatan di masa luangnya. Dan betapa saya egois karena semuanya melulu tentang diri sendiri.

Percayalah Pada Mimpimu

Pernahkah kita merasakan apa yang kita kejar selama ini kandas dalam beberapa detik? Apa yang telah kita perjuangkan setiap detiknya menghilang dalam satu kedipan mata. Apa yang saat itu kita rasakan? kecewa? sedih? putus asa? tidak berdaya? (lebay dikit ah) mimpi kita terhenti untuk saat ini, dan kita kehilangan arah. kita tersesat. Banyak orang mendapati kegagalan, bahkan semua orang di dunia ini.Kegagalan adalah suatu siklus hidup.saat-saat itulah kita berada dalam dua pilihan. biarkan kegagalan itu menghancurkanmu, atau bangkit dan mencari strategi lain untuk mendapatkannya kembali. Bangun! Bangun! Jangan larut dalam keputusasaan. Jangan terlalu lama bersedih. Bila memang gagal, pasti ada jalan lain. Percaya! Ada dua hal kenapa kita bisa gagal. Yang pertama, karena usaha kita kurang, Yang kedua karena Allah tidak memberikan barakahnya. ada satu prinsip yang sangat saya pegang hingga sekarang. kita harus percaya pada mimpi kita sendiri. jika kita saja tak yakin, bagaimana mu...

Perempuan Kuat

Bukan, aku tidak sedang membicarakan Bu Menteri Sri Mulyani yang cerdas atau Bu Susi yang menenggelamkan kapal asing dengan heroik. Bukan pula kisah Khadijah menemani Muhammad maupun kesabaran Asiyah menghadapi Fir'aun, juga bukan kisah Nusaibah binti Ka’ab yang menjadi perisai Rasul. Bagiku, mereka adalah sosok perempuan kuat yang tak terjamah langsung, yang hanya kukenal dari mulut ke mulut. Yang ingin aku ceritakan sekarang ini adalah orang yang sering kuamati secara langsung. Sebut saja Ncip, mirip suara anak ayam karena memang begitulah ia. Tahun-tahun ini jelas bukan waktu yang mudah. Masih segar ingatan saat kita lagi ngobrol bareng sama temen-temen yang lain, setahun lalu saat aku masih dipusingkan sama TA, kamu tiba-tiba nangis (itu pertama kalinya aku liat kamu nangis kayanya meski kita pernah tinggal serumah lama). Saat itu kamu cerita kalau tangan kamu tremor beberapa hari dan ga ilang. Akhirnya kita paksa ke RSND bareng-bareng, bikin gempar acara sore itu, haha...
Akan ada suatu masa dimana kita memahami hal-hal di luar nalar yang dulu tak dimengerti. Seperti malam ini, ketika lampu terpejam dan listrik mati di saat mentari telah lama tenggelam. Bising itu hilang berganti hening. Mungkin karena sudah waktunya anak-anak untuk memejamkan mata. Para orang tua kini sudah mengangguk-anggukkan kepala tanda lelah. Piala dunia malam ini batal disaksikan karena listrik padam. Syawal, bulan setelah Ramadhan. Akankah hati dan iman kita akan sekuat masa wajib berpuasa itu? Hakikatnya, Ramadhan adalah waktu-waktu kita untuk berlatih menjadi pribadi yang lebih tangguh. Ibarat kata, wajib militer. Setelah hari-hari panjang nan melelahkan bersama para tentara yang super tegas itu, akan ada perubahan-perubahan yang signifikan dalam diri. Yang tadinya manja menjadi lebih tangguh. Yang mudah mengeluh menjadi lebih yakin. Yang suka menerjang larangan menjadi lebih taat dan patuh. Dan yang pasti lebih bersyukur karena tidak harus tidur di barak-barak tanpa k...
Pernah kepikiran engga, kalau sebenarnya kita ini beberapa kali memenuhi tujuan tapi kita ga sadar? Betapa sebenarnya benak kita ini tau kita mau apa tapi kita sering lalai. Untungnya alam bawah sadar selalu menuntun kita pada resolusi yang mungkin pernah tertulis di sebuah catatan lusuh yang kita simpan rapat di rak, atau malah sengaja kita tempel di sebuah ruang yang diperuntukkan pada khalayak agar dibaca, sekaligus sebagai reminder diri sendiri. Memang sulit sih memastikan kita telah melaksanakan semua, tapi tak mengapa. Kan semuanya butuh proses. Masalahnya, sering sekali kita membuat sebuah resolusi dan lupa. Mungkin akan lebih tepat bila disebut bergeser prioritasnya. Tulisan-tulisan tersebut tertinggal hanya jadi catatan, meski sesekali tetap kita baca dan diusahakan. Kemudian waktu berjalan, dan kita berikhtiar. Dalam selang waktu yang tak disadari tersebut, tahu-tahu ada peluang-peluang baru yang membuat kita  bergerak pada impian lama tersebut. Padahal, kita sa...

Dangdut, Ada Apa denganmu?

Dangdut. Ya, genre musik yang bisa dibilang Indonesia banget di ranah nusantara. Genre musik yang sangat popular dan diminati oleh pendengar musik dari berbagai usia. Bahkan, salah satu grup musik Indonesia pernah memproklamirkan Dangdut sebagai musik nusantara dalam lagu yang berjudul "Dangdut Is The Music Of My COountry". Oke, saya paham. Dan oke, saya setuju dengan ulasan di atas.  Meskipun demikian, dangdut tak pernah membuat pikiran saya berhenti bertanya. Mengapa begini? Mengapa begitu? Memang sih, dangdut itu popular bangetnget. Kebanyakan lagu dangdut yang baru dirilis langsut jadi hit. Penyanyi genre lain biasanya butuh waktu sebelum lagunya meledak. Tetapi dangdut lain, langsung hampir tenar. Pertanyaan saya... mengapa bisa? Apa karena kebanyakan yang nyanyi cantik-cantik dan seksi? Atau gara-gara goyangannya yang menggelegar? Saya tak menilai dari segi suara karena saya bukan seorang pro. Tapi kebanyakn penyanyi dangdut seperti itu... Apa gara-gara pen...

Perempuan dan Kesetaraan Gender di Indonesia

Tiap tahun kita punya hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Tiap tahun pula kita punya hari Ibu. Sebuah hari dimana kita diingatkan bahwa perempuan itu bukan sek a dar miniatur pelengkap laki-laki. Hari yang didedikasikan pada kaum hawa, diperingati sebagai bukti khusus bahwa perempuan itu luar biasa. Namun, sekali lagi kita mendapatkan kenyataan bahwa banyak perempuan yang dianggap lemah dan hanya menjadi sosok pelengkap. Tak usahlah kita jauh-jauh menyebrang ke negeri orang, kita lihat di negeri tercinta kita, Indonesia, garis kemiskinan yang amat kental di masyarakat, membuat perempuan dipaksa untuk tidak berpikiran maju karena pendidikan yang terhambat. Mereka dipaksa hanya untuk berpikir tentang pekerjaan rumah tangga yang tak kunjung habis. Perempuan termakan pola pikir bahwa peran mereka terbatas pada rumah  dan  dapur, sehingga mereka menganggap hal yang ada di dunia luar itu tidak penting. Tragisnya, anggapan bahwa perempuan itu lem...

Mozaik Cita Kita (MCK) SMANSA 13

Hari ini hujan deres. Tapi saya mau pulang, padahal cuma bawa mantol baju. Celananya ketinggalan di rumah(#sebenarnya niat ditinggal sih, hehe). Yah, apa mau dikata, akhirnya nekat nerjang hujan badai. Padahal rumah saya jauh dari lokasi,(T_T). Nah, saat saya menggigil kedinginan diterjang hujan angin yang tak tahu aturan itulah saya mulai teriak-teriak nggak jelas. Niatnya sih mau nyanyi, tapi bukannya menghibur, malahan orang lain sepertinya mengira ada orang stres naek motor. Lagunya random banget. Mulai dari lagu daerah, lagu nasional, ost anime, ost drama, lagu rock, pop, dll.  Eh, tiba-tiba saya nyanyi lagu keren buatan temen saya, Jonathan Lim Y. Lagu anak SMANSA13. Lagu yang sempet menggema di gedung WWP Januari lalu waktu acara WKS. Lagu yang bikin anak SMANSA13 nyampur jadi satu nyanyi bareng sambil jingklak-jingklak. Yang bikin haru bangga jadi satu(#mostly tired). Lagu yang menggugah semangat buat meraih masa depan. Lagu yang bikin semuanya optimis bahwa anak-anak ...

Bosan? Baca Nih!

Gambar
Bosan? Alamiah terjadi pada setiap manusia. Menurut artikata.com , bosan dapat diartikan sebagai sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak. Terlalu sering atau terlalu banyak itu relatif bagi tiap-tiap orang, jadi kita tak bisa memaksa. Contohnya, liburan panjang nggak pergi-pergi, tentu saja bikin orang suntuk. Atau dengerin ceramah panjang lebar yang sama sekali nggak menarik? Sumpal aja tuh mulut, ikat orang itu, terus ceburin ke kali. Nah, saya punya tips buat orang-orang yang sedang bosan 1. Menulis/membuat catatan cara ini lumayan efektif, terbukti dengan terbitnya tulisan ini. Sebenarnya saya juga sedang bosan! Lumayan buat ngisi waktu, biar bosennya ilang. Selain itu, kita juga bisa mencurahkan pikiran kita pada serangkaian kalimat yang kita tulis. Seperti saya saat ini. 2. Membaca Membaca buku yang kita sukai, akan membuat pikiran kita melayang-layang kesana kemari mengikuti alur pikiran penulis, berfantasi di pulau impian, kemudian ketika sada...

Catatan Seorang Siswa tentang Negeri, Rakyat dan Wakilnya

Geram. Entah mengapa rasanya geram sekali melihat negara ini. Saya disini bukan berarti menganggap saya yang paling benar. Hanya saja saya butuh tempat untuk mengeluarkan unek-unek hati saya. Beberapa waktu lalu saya melihat suatu acara talkshow di sebuah stasiun televisi yang isinya membahas tentang masalah pergi dinasnya anggota DPR ke luar negeri. Kalau Anda ikut melihat, mungkin rasanya geram juga. Gemes rasanya. Dalam acara tersebut ada narasumber ketua ppi dari beberapa negara, seperti Australia, Belanda, Prancis dan negara-negara lain. Topiknya sudah jelas, masalah diuraikan, dan sekarang giliran pelajar Indonesia yang mencari ilmu di luar negeri untuk bicara. Satu persatu pernyataan ketua PPI berbagai negara pun diungkapkan. Saya entah sedih entah geram, jengkel, mendengarkan dengan saksama bahwa kebanyakan apa yang dilakukan anggota DPR itu hanyalah main-main belaka. Kerja dinas mereka tak sebanding dengan waktu luang yang mereka punya di luar negeri. Hei, Bapak/...

Positive Thinking!

Kali ini saya ingin nulis soal pentingnya menjadi positif. Ini sebenarnya beberapa intisari dari sebuah buku berjudul "The Secret" dan beberapa sumber lain. Coba saja cari di perpustakaan sekolah Smansa, pasti ada. Kalau tidak salah ada dua buku, yang satu hard cover dan satunya soft cover. Sebenarnya kenapa sih orang-orang pada koar-koar kalau kita ini harus berpikiran positif? Ada banyak sekali alasan. Tapi yang penting adalah pikiran akan menarik sesuatu yang kita pikirkan . susah dimengerti ya? Oke, pernah dengar perilaku adalah cerminan pikiran? Atau pikiran berpengaruh pada lingkungan? Mungkin ya. Seperti yang kita tahu manusia adalah makhluk Tuhan yang dibekali akal/pikiran. Pikiran tersebut tarik menarik dengan pikiran lain. pikiran juga mempengaruhi lingkungan. Tahu mestakung(semesta mendukung)? Kalau belum tahu coba minta Pak Sus (guru fisika smansa) muterin filmnya. Intinya mestakung itu adalah semesta/lingkungan akan mendukung Anda melakukan hal yang luar bia...